TUJUH TEMPAT HIBURAN PRESEAN SAAT MAULID ADAT BAYAN

Redaksi 05 November 2019 23:37:25 WIB

 

Karang Bajo SID. Tujuh tempat hiburan Rakyat berupa Presean dari zaman dahulu kala pada malam sebelum acara Maulid Adat Paer Kadatun Bayan yaitu, di Halaman Mesigit Pusaka Barong Birak, Halaman Mesigit Kuno Bayan, Halama Kampu Desa Anyar, Halaman Masigit Segenter, Halaman Mesigit Salud, Halaman Mesigit Desa Belek Gumantar dan di Halaman Mesigit Semokan, ketujuh tempat ini secara bersamaan yaitu hari selasa Tanggal 12 Nopember 2019 sekitar jam 22.00 wita malam hari sampai selesai.

Konon dalam sejarah mengapa Presean dilakukan pada malam hari pada acara mauled adat Islam Kuno karena Penjajah islam dulu selalu mengganggu setiap ada kegiata ke agamaan sehingga semua tokoh adat mengumplkan masyarakatnya untuk melakukan adu tanding apabila penjajah islam tersebut datang maka yang mere liat adalah seni budaya dan hiburan permainan yang di iringi dengan tabuhan gamelan yang mereka liat sehingga penjajah juga ikut bertarung dan ahirnya mereka senang dan mengikuti proses mauled adat dengan aman sampai acara selesai.

Acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad di tujuh tempat ini pada dasarnya merupakan satu kesatuan mereka dikatakan sebagai masyarakat adat Bayan karena dalam sejarah Paer Kedatua Bayan dulu itu wilayah kerjaya sampai lintas kabupaten yaitu berada di sebelah Barat Menanga reduh Desa Malaka Kecamatan Pemenang Lombok Utara Sebelah selatan Puncak Gunung Rinjani, sebelah timur Tal Baluk Desa Labuan Pandan Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur dan sebelah Utara Laut Jawa.

Yang membuat ketujuh tempat acara mauled adat secara bersama juga mengacu kepada kalender Wariga adat Bayan, kalender wariga ini bisa kita tau kapan proses Ritual Adat walau 10 tahun yang akan datang kita bisa tau hari apa kita Maulid Adat sebab punya hitungan tersendiri, kalender wariga itu hitungan ton nya ada 8 yaitu ton Alip, Ehe, Jimawal, Se, Dal, Be, Wau dan Jumahir, kalau sudah habis tahun jimahir maka mulai ton alip lagi, nah tahun sekarang ini namanya ton wau napsu tonnya 6 di tambah napsu Bulan Rabiul awal 3 jadinya 9 cara menghitungnya mulai dari hari jumaat, maka jatuhnya tanggal 1 Bulan Rabiul Awal Ton Wau itu hari sabtu, hingga tanggal 12 Bulan Rabiul Awal Ton Wau jatuh pada hari Rabu bertepatan dengan tanggal 13 Nopember 2019. Sedangkan kalender Hijeriah itu tanggal 16 Rabiul Awal 1441 H.

Sedangkan Presean itu di lakukan pada malam hari ini adalah kegiatan yang dari jaman dahulu setiap acara mauled adat dan acara lainnya dan bukan saja di Paer Bayan saja namun sampai di semua masyarakat suku sasak se pulau Lombok menggemari yang namanya presean ini sebagai media penghibur, media dalam bergaul, bersosialisasi dengan masyarakat lainnya, nah presean kali ini di iringi dengan aluna music tradisional 1 pasang terompong kelenang, 1 pasang gendang dan 1 pasang gerantung, kalau di halaman mesigit Kuno Bayan Presean di awali oleh toak turun Mak Lokak Pelawangan Desa Bayan dengan toak turu Mak lokak Karang Bajo.

Makna lain dari Presean adalah sebagai kegiatan mengadu ketangkasan, kelihaian dalam bermain atau bertarung namun penuh dengan rasa persaudaraan, ada lagi sebagai ajang laki laki menunjukkan dirinya sebagai seorang perkasa, jantan dan berani sehingga pantas dijadikan suami sehingga banyak perempuan yang tertarik padanya, ada lagi sebagai kegiata seni budaya karena setiap acara presean dimana pun di laksanakan tentu di iringi dengan tabuhan music gamelan.

Presean dalam bahasa Bayan dinamakan Temetian karena alat yang digunakan dalam bertarung itu berupa Penjalin yang disebut temeti untuk memukul lawan sedangkan untuk menangkis pukulan laan namanya perise atau Perisae sehingga bahasa sasak disebut Presean, perise itu terbuat dari kulit kerbau.

Harapan kita sebagai masyarakat adat Paer Bayan kepada kalua muda agar mari kita mengikuti acara sreat maulid Nabi Besar Muhammad SAW, sebagai wujud cinta kita kepada Nabi ahir jaman, walaupun dengan cara dan budaya kita berbeda dan jika masyakat luar ingin menyaksikan proses acara Maulid juga boleh denga mengikuti aturan local seperti menggunakan kain batik, pakai sapuk dan dodot rejasa. ( Ardes ).

 

Komentar atas TUJUH TEMPAT HIBURAN PRESEAN SAAT MAULID ADAT BAYAN

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Google Translit

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
d' Best Translator

Google Analytics

Lokasi Karang Bajo

tampilkan dalam peta lebih besar