Ngasah Ngaponin Sesinggan Adat Bayan

HAMZANWADI 02 Juni 2015 16:42:13 WIB

Satu lagi keunikan tradisi, budaya dan ritual adat yang di miliki komunitas adat Bayan, KLU yakni Ngasah Ngaponin Sesinggan Adat Bayan atau di sebut juga ritual adat selamatan penyucian senjata atau pusaka yang dimiliki pada zaman kerajaan datu Bayan kuno. Ritual ini dilaksanakan rutin 4 tahun sekali yang berlangsung di rumah adat atau Bale Beleq Komunitas adat Karang Bajo.

Seperti yang diceritakan Kepala Desa Karang Bajo, Kertamalip yang juga tokoh adat, yang mengaku bahwa ritual penyucian senjata atau pusaka-pusaka yang di miliki komunitas adat Bayan sejak zaman kerajaan datu Bayan. Ini dimaksudkan agar  yoni atau pamor yang ada pada pusaka-pusaka tersebut tetap hidup.  “Ritual ini rutin di kerjakan 4 tahun sekali dan biasanya  dilaksanakan setelah hari raya Idul Adha atau setelah maulid adat dan dikerjakan setelah selesai sholat Jum’at,”, katanya.

Sedikitnya ada 7 pusaka peninggalan datu Bayan yang tersimpan di rumah adat Karang Bajo yang wajib di sucika.  Selebihnya adalah pusaka milik pribadi namun ritual penyuciannya dilakukan setelah pusaka yang 7 tadi. Sedangkan yang berhak melakukan prosesi penyucian ini adalah tokoh adat, Pemangku, Pembekal, Toaq Lokaq dan garis keturunan pemilk pusaka atau silsilah keturunan datu Bayan.

Prosesi ritual ini juga di iringi tarian Suling Dewa yang berlangsung selama satu hari satu malam. Tarian ini merupakan Penyerinduq atau penghibur. Kelompok tarian Suling Dewa ini dibagi menjadi 4 kelompok dan di tempatkan di 4 sudut Sekenam (berugak) atau pun rumah adat dengan masksud untuk mejaga atau melindungi prosesi penyucian pusaka dari gangguan mahluk ghaib agar tidak dapat masuk selama ritual berlangsung.

Tarian atau pun lawas selama ritual ini  juga bayak jenisnya diantaranya, Lawas Bao Daya, Lembuneng Meloang dan  lawas Putri Cina sedangkan suling pengiring yang di gunakan selama ritual ini selain suling Dewa adalah Suling Kramat. Sebelum acara ritual inti di kerjakan terlebih dahulu di lakukan acara atau ritual yang di sebut Taekan Likuq Buaq atau upacara pemberitahuan (permohonan ijin) pada pusaka yang akan di sucikan bahwa akan di lakukan prosesi atau upacara Ngaponin dengan tujuan pusaka tersebut nantinya tidak kaget ketika ritual sedang berlangsung.

Ada pun alat yang di gunakan untuk proses Ngaponin ini adalah air putih dan jeruk nipis yang sebelumnya sudah di bacakan do’a dan terakhir menggunakan Minyak Teruna Bayan atau sering di sebut minyak Gaus Abdurazak  yang konon di yakini mampu mengobati berbagai macam penyakit.Selain di rumah adat dusun Karang Bajo, biasanya ritual serupa juga di lakukan rumah adat Loloan, rumah adat Bayan Timur serta rumah Adat Bayan Barat.

Komentar atas Ngasah Ngaponin Sesinggan Adat Bayan

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Google Translit

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
d' Best Translator

Google Analytics

Lokasi Karang Bajo

tampilkan dalam peta lebih besar