Hutan Dalam Pandangan Masyarakat Adat

HAMZANWADI 30 Mei 2015 20:22:12 WIB

Dimana ada air maka disitulah ada kehidupan, demikian juga dengan hutan adat Bangket Bayan yang ternyata ada kehidupan sosial yang membentuk komunitas adat.

Dalam menjaga kehidupan agar tetap berlangsung maka diperlukan suatu aturan yang dapat membatasi dari setiap kepentingan pada setiap individu.

Dalam pandangan masyarakat adat, hutan adat bukan sebuah tempat mendirikan kampung bagi umat manusia,  akan tetapi di hutan adat memiliki penghuni lain yang gaib, sehingga setiap orang yang akan memasuki hutan adat yang ada di Bangket Bayan harus mendapat ijin dari penjaganya yaitu Mak Lokak Perumbak Daya.

Selain itu didalam hutan adat Bangket Bayan tersdapat beberapa sumber mata air yang harus dilindungi dengan cara tidak menebang kayu dan mentaati awiq-awiq yang berlaku secara hukum adat.

Kedua alasan ini cukup rasional dan sebagai pemahaman dasar untuk mengimplementasikan kearifan lokal dalam bentuk awiq-awiq dan acara ritual, sehingga hutan adat yang ada di Desa Bayan tetap terjaga kelestariannya sepanjang zaman.

Komentar atas Hutan Dalam Pandangan Masyarakat Adat

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Google Translit

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
d' Best Translator

Google Analytics

Lokasi Karang Bajo

tampilkan dalam peta lebih besar